Bulan: Agustus 2022

Daud Yordan Ganti Julukan The Peoples Champion

dhammasociety.org

Daud Yordan makin ganas dan beringas. Petinju kebanggaan Indonesia ini pun mengganti julukannya. Bukan lagi Daud Cino Jordan tapi Daud ‘The Peoples Champion’ Yordan.

“Saya mulai malam ini dan seterusnya akan menggunakan julukan The Peoples Champion,” kata Daud Yordan kepada wartawan di Balai Sarbini, Jakarta usai merobohkan Panya Pathok di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

“Bukan lagi Daud ‘Cino’ Yordan, tapi Daud ‘The Peoples Champion,” tegasnya.

Daud Yordan mengaku bukan hanya milik masyarakat Kalimantan, tapi seluruh Indonesia.

“The Peoples Champion artinya juara masyarakat. Jadi saya merasa saya milik masyarakat,” kata dia lagi.

Petinju berusia 35 tahun itu berhasil mempertahankan sabuk WBC Asia Boxing Councul Silver Super Lightweight. Dia memaksa Panya Uthok jatuh bangun. Petinju Thailand itu tiga kali mencium kanvas pada ronde keenam.

Daud Yordan pun memenangi pertandingan atas petinju Thailand itu melalui technical knock out (TKO). Dia menjadi momok bagi petinju Thailand. Sebelumnya Daud tak terkalahkan dalam 9 pertemuan dengan petinju asal Negeri Gajah Putih itu.

Daud mengungkapkan rahasia keberhasilannya. Dia menyebut dukungan masyarakat Indonesia menambah motivasi dan energinya di atas ring.

“Karena dukungan masyarakat indonesia, karena adanya masyarakat Kayong hadir, pemerintah Kabupaten Kayong hadir di sini,” ujarnya.
Daud, kepada wartawan.

“Itu menjadi energi tambahan buat saya. Di sini ada seluruh masarakat Kalimantan Barat datang, saya semangat luar biasa tentu doa dari masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Kini, Daud mengantongi rekor 42 kemenangan dari total 46 pertandingan yang telah dilakoni sepanjang karier profesionalnya.*

Batal Bertanding, Hasim Rahman Sebut Jake Paul Penakut

dhammasociety.org

Hasim Rahman akan bentrok dengan Jake Paul pekan ini. Tapi, batal lantaran penjualan tiket yang buruk.

Pertarungan antara Jake Paul dan Rahman Jr dijadwalkan, Sabtu (6/8/2022) di Madison Square Garden. Namun, tim promosi Jake Paul mengumumkan pada 30 Juli lalu bahwa duel kedua petarung itu dibatalkan.

Jake Paul menyalahkan Rahman Jr dan timnya. Ia mengklaim Rahman Jr tidak ingin turun bertarung di berat 200lbs (90,7 kg) yang awalnya disepakati, alih-alih ingin bertarung dengan 215lbs (97,5 kg) setelah gagal menurunkan berat badan.

Sebaliknya, Hasim Rahman menyebut Jake Paul penakut. Dia merilis cuplikan sparring yang menunjukkan Jake Paul terbirit-birit. Sinyal bahwa dia menghindar dari pertarungannya.

Namun ketidaksepakatan berat antara keduanya memaksa seluruh bayar-per-tayang untuk dibatalkan.

Kedua belah pihak menuduh satu sama lain bersalah. Tetapi dalam gesekan terakhir Hasim Rahman merilis rekaman ketika menjadi mitra tanding Jake Paul.

Dalam klip itu, Jake Paul mendaratkan tangan kanannya, menghindari konter, tapi kemudian tampak kabur.

Hasim Rahman memberi keterangan video: “Tidak pernah dalam sejarah tinju seseorang menarik diri dari pertarungan seminggu sebelumnya karena masalah berat badan.”

“Saya mencoba memberi tahu kalian semua, ‘dia seorang pelari, dia adalah seorang trackstar’.”

Itu terjadi setelah Hasim Rahman meminta pemberitahuan terlambat untuk menimbang di gym tinju Gleason New York dalam upaya untuk membuktikan bahwa dia bisa menghasilkan 205 pon.

Dan setelah memukul timbangan 1 pon, dia berkata: “Berhentilah takut Jake.”

“Berhentilah takut, lihat saya di sini dengan berat 93,4kg. Jelas saya bisa menurunkan berat badan menjadi 92,9kg. Berikan orang-orang apa yang mereka inginkan.

“Mereka ingin melihat kami bertarung. Mereka ingin melihat Anda di atas ring dengan petarung sejati. Anda punya petarung sejati di sini yang bersedia menghasilkan 92,9kg,” kata Hasim Rahman.

“Berhentilah takut dan bertarung. Sesederhana itu.”

Hasim Rahman, 31 tahun, menandatangani kontrak untuk bertarung pada batas kelas penjelajah 4 pond ke-14 seberat 90,7kg, meskipun dalam pertarungan terakhirnya dia berbobot 101kg pada bulan April.

Jadi Komisi Atletik Negara Bagian New York ingin melacak penurunan berat badannya. Tetapi kemudian mengubah berat pertarungan menjadi 92,9kg.

Jake Paul mengklaim bahwa Rahman menolak perubahan itu dan akan menskalakan tidak kurang dari 97,5kg yang mendorong pembatalan pertarungan.

Tetapi Rahman membantah tuduhan itu dan sebagai hasilnya, mempertimbangkan secara pribadi.

Dia masih menimbang di atas berat yang dikontrak. Tetapi akan diberi waktu tambahan oleh komisi untuk turun menjadi 92,9kg. *

Hebi Marapu Rebut Gelar Juara Kelas Ringan WBC Asia

Hebi Marapu Rebut Gelar Juara Kelas Ringan WBC Asia

Petinju Indonesia Hebi Marapu berhasil merebut gelar juara kelas ringan WBC Asian Boxing Council Continental. Ia menang angka mutlak atas Pipat Chaiporn, asal Thailand, dalam duel di Max Muaythai Stadium, Pattaya, Thailand, Jumat malam WIB, 8 Juli 2022.

Hebi mendominasi jalannya pertandingan. Tiga hakim yang bertugas, Thanawat Wongsasan (76-75), Pookich Pramprayoon (78-73), dan Ratchakorn Darapan (79-72), memberikan kemenangan.

Kemenangan angka mutlak itu layak bagi Hebi karena dia beberapa kali melesatkan pukulan yang membuat lawan kewalahan. Petinju asal Nusa Tenggara Timur itu membuka satu menit pada ronde pertama dengan pukulan cross yang merangsek masuk mengenai wajah Chaiporn.

Meski begitu, Chaiporn tak tinggal diam. Dia juga beberapa kali mencoba melakukan serangan dan pada saat bersamaan dia juga mendapat peringatan dari wasit bernama Chainat Hanwiset karena melakukan gerakan terlarang.

Memasuki ronde kedua, jual beli pukulan terjadi. Hebi masih mendominasi dengan jab, hook, straight, dan upper cut terukur. Dia juga menunjukkan pertahanan yang baik.

Ronde ketiga, Hebi terus tampil menyerang. Petinju 33 tahun itu sangat disiplin. Gerakan kakinya lincah, tahu kapan harus maju dan waktu untuk mundur.

Sebaliknya, stamina lawan tampak terkuras. Dia mencoba keluar dari tekanan dengan melakukan clinch yang membuatnya mendapat teguran dari wasit.

Dominasi Hebi berlanjut pada ronde keenam. Kemudian pada ronde ketujuh. Hook kiri dari petinju yang memiliki nama lengkap Arnoldus Yansen Hebi itu membuat lawan tersungkur mencium kanvas.

Lawan masih mampu berdiri. Namun pada sisa ronde ketujuh, Hebi seolah menjadikan Chaiporn samsak hidup. Beruntung bagi petinju Thailand itu, lonceng berbunyi.

Pada ronde terakhir atau kedelapan, Hebi tampil lebih agresif. Dia terus melakukan manuver untuk memukul KO lawan. Pada sisi lain, Chaiporn hanya bisa menghindar.

Hebi terus mengejar dan usahanya membuahkan hasil. Pada 1 menit 17 detik sebelum lonceng berbunyi, hook kiri mengenai rusuk kanan lawan sehingga ia terpental ke sudut ring dan sempoyongan.

Hebi di atas angin dan terus menekan Chaiporn yang hanya bisa menghindar. Hingga akhirnya tangan kiri Hebi kembali membuat lawan terjatuh. Chaiporn dengan susah payah berusaha berdiri. Dia selamat dari kekalahan KO dengan dibunyikannya lonceng tanda berakhirnya pertandingan.

Bagi Hebi, kemenangan itu menjadi yang kedua dalam kiprahnya berlaga di luar negeri. Sebelumnya, dia sukses menang TKO ronde kedua atas petinju Italia, Nicola Copolleta di Stadttheater Bern, Swiss pada 15 April 2022.

Secara keseluruhan dalam kiprahnya di ring tinju pro, Hebi Marapu kini mengantongi 17 kemenangan dan satu kali kalah. Lebih dari itu dengan menyandang gelar WBC Asia Continental divisi 61,2 kg, langkahnya untuk menuju level yang lebih tinggi semakin terbuka.

Berita Tinju: Promotor Tidak Izinkan Anthony Lawan Tyson Fury Secara Gratis

Promotor tinju, Eddie Hearn, menilai Tyson Fury sebagai seorang yang jenius. Ia menyindir pernyataan petinju asal Inggris tentang kemungkinan kembali ke olahraga tinju yang digelar secara gratis.

Petinju berjuluk The Gypsy King mengumumkan pengunduran dirinya dari olahraga tinju setelah mengalahkan Dillian Whyte pada bulan April lalu. Sejak itu dia menyatakan berhenti dari olahraga untuk selamanya.

Tidak lama setelah membuat pernyataan tersebut, Fury mengklaim bahwa dia akan bersedia untuk kembali ke atas ring tinju jika mendapat tawaran senilai US$ 500 juta atau setaraRp 7.48 triliun.

Sikap Tyson Fury berubah. Ia bersedia melawan Anthony Joshua secara gratis. Syaratnya, Joshua harus memenangkan pertandingan ulangnya dengan Oleksandr Usyk pada 20 Agustus.

Promotor Tidak Izinkan Anthony Lawan Tyson Fury Secara Gratis

“Dia (Tyson Fury) jenius karena tidak ada yang benar-benar mempertanyakan apa yang dia katakan. Di satu sisi, dia baru saja mengatakan bahwa Anda harus membayarnya 500 juta dolar untuk mengeluarkannya dari masa pensiun,” kata Eddie kepada DAZN Boxing Show dikutip dari Talksport.

“Di kalimat berikutnya, dia bilang dia akan melawan AJ secara gratis di non-PPV. Maksudku, itu benar-benar brilian. Satu-satunya cara Tyson Fury akan bertarung lagi adalah dengan menyiapkan banyak uang.”

Eddie menjelaskan, “Tyson Fury akan pergi ke Timbuktu atau Mars untuk mendapatkan banyak uang. Jadi tidak masalah apa yang dia katakan tentang tiket gratis dan hal-hal seperti itu. Banyak orang tidak berpikir dan menilai bahwa hal itu luar biasa. Jika Tyson Fury ingin bertarung secara gratis, banyak yang akan menganggap dia orang yang hebat dan luar biasa.’

“Namun, orang yang https://www.desawisatatukak.com/ berpikir akan tahu bahwa Tyson Fury hanya akan bertarung lagi jika dia mendapat banyak uang. Pertarungan Usyk tidak akan menghasilkan uang sebanyak pertarungan AJ. Dan saya tidak akan pernah membiarkan salah satu petinju saya masuk dan bertarung secara gratis,” kata Eddie.

“Tyson Fury vs Anthony Joshua bukanlah pertarungan terbesar dalam tinju, ini pertarungan terbesar dalam sejarah olahraga. Saya akan memastikan bahwa kami melakukan pekerjaan yang tepat untuknya [Joshua]. Tyson Fury ingin mendapatkan keuntungan dari pertarungan yang tersedia.”

 

Biografi Tyson Fury The Gypsy King

Biografi Tyson Fury The Gypsy King

Tyson Fury (The Gypsy King) raja Kelas Berat yang memutuskan pensiun dengan rekor tak terkalahkan. Biodata Tyson Fury memenuhi janji untuk pensiun dari ring tinju setelah menang TKO atas Dillian Whyte.

Sebuah uppercut kanan Tyson Fury menghajar dagu Dillian Whyte yang ditambah sedikit dorongan membuat penantangnya terjengkang ke kanvas. Kemenangan TKO itu membuat Tyson Fury memperpanjang rekor tidak terkalahkan menjadi 32-0-1.

Setelah 33 kali naik ring, Tyson Fury menggantung sarung tinju di usia ke-33 tahun. Gypsy King mengakhiri karier ikoniknya yang tak terkalahkan atau bentrokan dengan pemenang Anthony Jsohua vs Oleksandr Usyk.

Tyson Fury bersikeras bahwa – seperti Carl Froch – dia berlayar menuju matahari terbenam pada satu pertarungan terakhir yang luar biasa. “Saya berjanji kepada istri saya Paris dan saya bersungguh-sungguh. Saya memiliki trilogi dengan Deontay Wilder dan dia ingin saya pensiun saat itu,”kata Tyson Fury.

”Tetapi kemudian saya ditawari ini dan saya berhutang kepada para penggemar dan semua orang di rumah di Inggris. Saya harus menepati janji, jadi ini mungkin pertarungan terakhir. Terima kasih Inggris.”

Tyson Fury menyampaikan apresiasi kepada penggemar tinju di Inggris yang mendukung kariernya selama ini. ”Dari lubuk hati saya, terima kasih banyak telah menghabiskan uang Anda untuk datang atau begadang dan menonton di TV,”ujarnya.

Tyson Fury yang berusia 33 tahun mengawali debut tinju profesional dengan mengalahkan Bela Gyongyosi dengan kemenangan TKO. Tyson meraih gelar pertamanya sebagai raja BBBofC dengan mengalahkan John McDermott.

Pada 28 November 2015, Tyson Fury menjadi juara dunia Kelas Berat WBA Super, IBF, WBO, dan IBF setelah menaklukkan Wladimir Klitschko dengan angka mutlak. Fury melengkapi sabuk juaranya dengan menjadi juara WBC menaklukkan Deontay Wilder dengan TKO ronde 7 dalam duel ulang pada 22 Februari 2020.

Dalam pertemuan pertama 1 Desember 2018, kedua petarung hanya imbang kontroversial. Gypsy King mempertahankan gelarnya dengan memukul KO Wilder di ronde 11 pada 9 Oktober 2021 di T-Mobile Arena, Las Vegas.

Di luar ring, Tyson Fury menjadi sosok ayah dan suami ideal. Fury memiliki 6 anak dari Paris, istrinya. Sebagai penganut Kristen taat, Fury juga dikenal dermawan dengan berbagi kepada orang yang membutuhkan. Dari hasil kerja kerasnya Fury memiliki rumah megah, mobil hingga jam tangan mewah.

Biodata Tyson Fury:

Nama Lengkap: Tyson Luke Fury
Nama Ring: Tyson Fury
Agama: Kristen
Julukan: The Gypsy King
Usia: 33 Tahun
Kebangsaan: Ingris Raya
Gaya Bertarung: Orthodox
Tinggi: 206 cm
Jangkauan: 216 cm
Berat: 215 kg
Tempat Tinggal: Wilmslow, Cheshire, Inggris Raya
Tempat Lahir: Manchester, Lancashire, Inggris Raya
Karier Pro: 2008-2022
Debut: 6 Desember 2008
Rekor Ring: Amatir: 20-5-0
Pro: 32-0-1 (23 KO)

Perjalanan Karir dan Profil Evander Holyfield

Perjalanan Karir dan Profil Evander Holyfield

Evander Holyfield (lahir 19 Oktober 1962) adalah mantan petinju profesional Amerika yang berkompetisi dari tahun 1984 hingga 2011. Ia memerintah sebagai juara di kelas penjelajah di akhir 1980-an dan di kelas berat di awal 1990-an, dan tetap menjadi satu-satunya petinju dalam sejarah yang menangkan kejuaraan yang tak perlu dalam dua kelas berat. Dijuluki “The Real Deal”, Holyfield adalah satu-satunya juara kelas berat dunia empat kali, setelah memegang gelar WBA, WBC, dan IBF terpadu dari 1990 hingga 1992; gelar WBA dan IBF lagi dari 1993 hingga 1994 dan antara 1996 dan 1999; dan gelar WBA untuk keempat kalinya dari 2000 hingga 2001.

Sebagai seorang amatir, Holyfield mewakili Amerika Serikat di Olimpiade Musim Panas 1984, memenangkan medali perunggu di divisi kelas berat ringan. Dia menjadi profesional pada usia 21, naik ke kelas penjelajah pada tahun 1985 dan memenangkan kejuaraan dunia pertamanya pada tahun berikutnya, mengalahkan Dwight Muhammad Qawi untuk gelar WBA. Holyfield kemudian mengalahkan Ricky Parkey dan Carlos de León untuk memenangkan gelar WBC dan IBF, sehingga menjadi juara kelas penjelajah yang tidak perlu dipersoalkan lagi. Dia naik ke kelas berat pada tahun 1988, kemudian mengalahkan Buster Douglas pada tahun 1990 untuk mengklaim gelar kelas berat WBA, WBC dan IBF yang bersatu dan kejuaraan kelas berat yang tidak terbantahkan.

Dia berhasil mempertahankan gelarnya tiga kali, mencetak kemenangan atas mantan juara George Foreman dan Larry Holmes, sebelum menderita kekalahan profesional pertamanya untuk Riddick Bowe pada 1992. Holyfield mendapatkan kembali mahkota dalam pertandingan ulang satu tahun kemudian, mengalahkan Bowe untuk gelar WBA dan IBF (Bowe telah melepaskan gelar WBC sebelumnya). Holyfield kemudian kehilangan gelar ini karena kesal terhadap Michael Moorer pada tahun 1994.

Holyfield terpaksa pensiun pada tahun 1994 atas saran medis, hanya untuk kembali setahun kemudian dengan tagihan kesehatan yang bersih. Pada tahun 1996 ia mengalahkan Mike Tyson dan merebut kembali gelar WBA, dalam apa yang disebut oleh majalah The Ring sebagai Fight of the Year dan Upset of the Year. Ini membuat Holyfield petinju pertama sejak Muhammad Ali memenangkan gelar kelas berat dunia tiga kali. Holyfield memenangkan pertandingan ulang tahun 1997 melawan Tyson, yang membuatnya didiskualifikasi di babak tiga karena menggigit Holyfield di telinganya. Selama masa pemerintahannya sebagai juara, ia juga membalas kekalahannya dari Michael Moorer dan merebut kembali gelar IBF.

Pada tahun 1999 ia menghadapi Lennox Lewis dalam pertarungan unifikasi untuk gelar WBA, WBC dan IBF yang tidak perlu dipertanyakan lagi, yang berakhir dengan undian kontroversial yang kontroversial. Holyfield dikalahkan dalam pertandingan ulang delapan bulan kemudian. Tahun berikutnya, ia mengalahkan John Ruiz untuk gelar WBA kosong, menjadi petinju pertama dalam sejarah yang memenangkan versi judul kelas berat empat kali. Holyfield kehilangan pertandingan ulang melawan Ruiz tujuh bulan kemudian dan menghadapinya untuk ketiga kalinya dalam seri.

Holyfield pensiun pada tahun 2014, dan berada di peringkat nomor 77 dalam daftar 100 pemukul terbesar sepanjang masa The Ring dan pada tahun 2002 menamakannya petarung terbesar ke-22 dalam 80 tahun terakhir. Dia saat ini menempati peringkat No. 9 dalam peringkat BoxRec tentang pound terbesar untuk pound boxer sepanjang masa. BoxingScene juga menempatkannya sebagai penjelajah kelas berat terbesar sepanjang masa.

Profil Evander Holyfield

Nickname: The Real Deal The Warrior

Weight: Light heavyweight, Cruiserweight, Heavyweight

Height: 6 ft 2 1⁄2 in (189 cm)

Reach: 77 1⁄2 in (197 cm)

Nationality: American

Born: (1962-10-19) October 19, 1962 (age 56) Atmore, Alabama, U.S.

Stance: Orthodox

Karir

Pada usia delapan, ia berpartisipasi dalam berbagai turnamen termasuk tinju. Medali perunggu kelas berat ringan di Olimpiade Los Angeles pada tahun 1984. Itu disebut “raja tanpa mahkota” setelah kehilangan 174 pertandingan dan 160 kemenangan (75 KO) dan 14 kerugian. Pada bulan November tahun yang sama dikonversi menjadi pro. Menjadi juara kelas penjelajah dunia WBA dengan mengalahkan Dwight Muhammad Kawi (AS) dalam perang dunia pertama Juli ’86, dan memenangkan IBF di ’87, dan gelar WBC di ’88 masing-masing untuk menyatukan judul-judul dari tiga organisasi dunia utama , Menjadi kehadiran yang tak terkalahkan di kelas cruiser, dan beralih ke kelas berat setelah mengembalikan gelar.

Pada Oktober 1990, ia mengalahkan James Douglas (AS) tiga kali dengan KO dan memenangkan gelar kelas berat dunia WBA, WBC dan IBF, meraih kemenangan dua kelas. Setelah bertahan tiga kali, pada November 1992, ia dikalahkan oleh Riddick Bow (AS) dan jatuh takhta. November ’93 menjatuhkan Bow dalam penilaian dan mendapatkan kembali tahta WBA dan IBF, tetapi dikalahkan oleh Michael Moller (AS) pada bulan April ’94 dan gagal mempertahankan pertahanan pertamanya. Pada bulan yang sama ia mengumumkan pengunduran dirinya karena penyakit jantung bawaan, tetapi kembali pada Mei 1995. Pada November 1996, ia bermain melawan Mike Tyson (AS), mengalahkan TKO sebanyak 11 kali, dan memenangkan gelar WBA ketiganya.

Juni 1997 Berlatih dengan Tyson, telinga kanannya terputus, dan Tyson didiskualifikasi tiga kali, jadi pembelaan pertamanya. Pada bulan November, ia mengalahkan Moller dan menyatukan takhta WBA dan IBF. Pada bulan Maret 1999 ia bermain melawan juara WBC Renox Lewis (Inggris) dalam pertandingan unifikasi tahta kelas berat dan menarik kedua pertahanan, tetapi menemukan tuduhan akuisisi atas penilaian. Saya kehilangan penilaian dalam pertandingan ulang November dan kehilangan kedua gelar. Pada bulan Agustus 2000, ia memenangkan gelar yang sama tempat pertama John Lewis (AS) dalam pertandingan unifikasi Kejuaraan Kelas Berat WBA dan kembali ke juara keempat terbanyak dalam sejarah kelasnya. Pada Maret 2001, ia dikalahkan dalam pertandingan ulang dengan Lewis dan pertahanan pertamanya gagal. Pada bulan Desember ia menantang Kejuaraan Kelas Berat Dunia WBA Lewis tetapi berakhir imbang.

Desember 2002 Memutuskan untuk mengalahkan Kejuaraan Kelas Berat Dunia IBF yang kosong dengan Chris Byrd (AS). November 2004 Rally Donald (AS) berkompetisi di NABC North America Heavyweight Championship yang kosong, tetapi kehilangan keputusan. November 2006 Fres Okend (AS) memenangkan kemenangan dan memenangkan USBA Heavyweight Championship yang kosong. Pada Oktober 2007, ia akan menantang Kejuaraan Kelas Berat Dunia WBO yang diadakan oleh Sultan Ibragimov (Rusia), tetapi kehilangan penilaiannya. Desember 2008 Juara Dunia Kelas Berat WBA Nicolai Valouev (Rusia) ditantang tetapi kehilangan keputusan. Pada April 2010, ia memenangkan TKO ke-8 melawan François Bota (Afrika Selatan) dalam pertandingan Kejuaraan Kelas Berat Dunia WBF dan memenangkan tahta pada usia 47 tahun.

Skor totalnya adalah 44 kemenangan (29 KO) 10 kerugian dan 2 divisi. Pejuang petinju kanan 189 cm, dijuluki “Real Deal”. Dengan pendapatan sekitar $ 60 juta (sekitar 8,28 miliar yen) pada tahun 1991, ia menjadi No.1 di peringkat dunia olahraga dunia dari majalah ekonomi AS “Forbes”.

Pertandingan Tinju paling Bersejarah di Tahun 2021

Beberapa pertarungan kelas dunia yang di gelar sepanjang tahun 2021 begitu menarik perhatian bagi para penggemar olahraga ini.

Para promotor tinju dunia pun terus berupaya agar dapat memberikan pertarungan yang terbaik walaupun ditengah situasi pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya sukses melahirkan duel bersejarah.

Promotor besar seperti Premier Boxing Champions, Matchroom Boxing, Top Rank atau Golden Boy, serta promotor lainnya seakan tak pernah lelah memulihkan olahraga adu jotos. Maklum, sejak pandemi dimulai tahun 2020 semua kegiatan seolah mati suri.

Olahraga tinju menjadi yang cukup sukses bangkit di tengah pandemi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut lima pertarungan tinju kelas dunia paling bersejarah di tahun 2021:

1. Tyson Fury vs Deontay Wilder

Tyson Fury berhasil mempertahankan sabuk juara dunia tinju kelas berat WBC seusai mengalahkan Deontay Wilder pada ronde ke-11. Petinju dunia kelas berat Tyson Fury memukul jatuh Deontay Wilder dalam duel yang berlangsung di T-Mobile Arena. Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (10/10/2021).

Ini merupakan trilogi atau duel ketiga antara Tyson Fury dan Deontay Wilder. Berkat kemenangan hari ini, Tyson Fury memperpanjang rekor kemenangan menjadi 31-0-1 dengan rincian 31 kemenangan (22 KO) dan satu kali imbang. Sementara itu, rekor tinju Deontay Wilder saat ini menjadi 42 kemenangan (41 KO), dua kali kalah, dan satu kali imbang.

2. Anthony Joshua vs Oleksandr Usyk

Anthony Joshua kehilangan sabuk juara kelas berat WBA, IBF, WBO setelah dipermalukan Oleksandr Usyk dalam pertarungan seru di Stadion Tottenham Hotspur, London, 25 September 2021 lalu. Akibat kekalahan itu Joshua juga terlempar dari lima besar petinju top dunia versi WBA.

Kekalahan kedua Joshua di tingkat tinju profesional, setelah sebelumnya ditekuk Andy Ruiz, membuat Joshua kini berada di belakang Daniel Dubois, Michael Hunter, Robert Helenius dan Hughie Fury – sepupu juara WBC Tyson – dalam urutan rangking Kelas Berat WBA.

3. Saul ‘Canelo’ Alvarez vs Billy Joe Saunders

Saul Canelo Alvarez sukses mengalahkan Billy Joe Saunders dengan technical knock out (TKO) setelah petinju Inggris itu tak mampu melanjutkan laga setelah usai ronde kedelapan. Duel yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (8/5/2021) malam waktu lokal atau Minggu (9/5/2021) pagi WIB, memperebutkan unifikasi tiga sabuk juara kelas menengah super.

Saunders yang sebelumnya tak terkalahkan menolak melanjutkan pertandingan di depan sekitar 73.126 penonton di AT&T Stadium. Canelo mencederai Saunders selama ronde kedelapan dan menyebabkan pembengkakan yang signifikan di bawah mata kanan mantan juara WBO itu.

4. Manny Pacquiao vs Yordenis Ugas

Pertandingan Tinju paling Bersejarah di Tahun 2021

Manny Pacquiao gagal merebut kembali sabuk juara Kelas Welter WBA dari Yordenis Ugas setelah kalah angka dalam pertarungan di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (22/8/2021) siang WIB. Kekalahan ini membuat Pacquiao harus mengubur ambisinya menjadi juara kelas welter WBA sejati.

Dari 12 ronde yang dimainkan, petinju asal Kuba yang membelot dari negaranya itu merebut kemenangan di delapan ronde. Dari tiga hakim juri yang bertugas, semuanya memberikan kemenangan untuk Ugas dengan 115-113, 116-112, 116-112.

5. Joseph Parker vs Derek Chisora

Joseph Parker membekuk Derek Chisora setelah sempat roboh di awal ronde 1 untuk meraih kemenangan dalam pertarungan kelas berat di Manchester Arena, Inggris, Sabtu (1/5/2021) malam waktu setempat, atau Minggu (2/5/2021) dini hari waktu Indonesia.

Setelah Chisora mencetak knockdown yang mengejutkan di detik awal ronde 1, Parker bangkit untuk meraih kemenangan angka tipis. Dua hakim juri memberi kemenangan untuk Parker 116-111 dan 115-113. Satu juri lainnya memenangkan Chisora 115-113.

Kisah perjalanan Conor McGregor

Kisah lengkap seorang seniman bela diri campuran profesional dan petinju yang paling dikenal dengan nama panggilan “Yang notorious

Analisis ini melibatkan kisah hidupnya sebelum ketenaran dan latar belakang keluarganya. Lebih dari itu, banyak fakta OFF dan On-Screen yang tidak banyak diketahui tentang dia.

Ya, semua orang tahu dia adalah salah satu olahragawan tempur paling terkenal pada masanya. Namun, hanya sedikit yang mengganggap biografi Conor McGregor cukup menarik. Sekarang, tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai.

Kisah Masa Kecil Conor McGregor

Conor Anthony McGregor lahir pada hari 14 Juli 1998 di Crumlin di Dublin, Irlandia. Dia adalah satu-satunya putra yang lahir dari ibunya, Margaret McGregor, dan ayahnya, Tony McGregor (seorang Sopir Taksi pada saat itu).

Seperti John Cena, kelahiran bayi Conor adalah salah satu kejadian langka. Namun, kasus Conor tidak rentan terhadap komplikasi kelahiran karena ia hanya lahir dengan tangan terkepal. Menurut ayahnya Tony. Conor muda tumbuh bersama kakak perempuannya Aoife dan Erin di Crumlin, pinggiran kota Dublin yang terkenal karena menampilkan rumah sakit anak-anak terbesar di Irlandia; Rumah Sakit Anak Bunda Maria Crumlin.

Hanya beberapa tahun sebelum pernyataan bidan profetik digenapi di Conor yang memadukan hasrat masa kecil untuk sepak bola asosiasi (juga bermain untuk Lourdes Celtic Football Club) dengan tinju di Crumlin Boxing Club ketika dia berusia 12 tahun.

Pendidikan Conor McGregor

Conor memiliki pendidikan dasar dan menengah di sekolah imersi Irlandia yang dikenal sebagai Coláiste de hÍde di Tallaght Dublin.

Pada tahun 2005, dia bergabung dengan keluarganya untuk pindah ke Lucan di Dublin. Langkah itu tidak berjalan baik dengan Conor mengingat fakta bahwa teman-teman masa kecilnya yang baik ada di Crumlin dan dia tidak berencana mencari teman baru.

Di Lucan itulah Conor menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya di Gaelcholáiste Coláiste Cois Life, setelah itu ia memulai magang pipa ledeng.

Conor juga meluangkan waktu untuk mencari teman baru, yang terkenal di antaranya adalah Tom Egan, seorang remaja yang, seperti dirinya, memiliki semangat yang sama untuk bertarung dalam persaingan. Tak butuh waktu lama, gairah melihat kedua sahabat itu memulai latihan bela diri campuran (MMA).

Jalan Menuju Ketenaran

Setelah menjalani serangkaian pelatihan di MMA, Conor yang ambisius di akhir masa remajanya, bertemu dengan pelatihnya saat ini, John Kavanagh dengan cara yang canggung setelah dia bertunangan dan memukuli dua petarung di gym Kavanagh.

Pamer yang dilakukan Conor dengan kedok sparring tidak berjalan baik dengan Kavanagh yang menanggapi dengan menjepit Conor dengan pukulan berat sampai remaja yang dipukul itu meyakinkan bahwa dia tidak datang untuk perkelahian jalanan tetapi untuk berlatih.

Maka dimulailah apa yag sekarang dianggap sebagai hubungan kerja jangka panjang antara Conor dan pelatih kepalanya Cavanagh.

Setelah Cavanagh muncul, kecintaan Conor pada MMA tidak mengenal batas. Magang tukang ledeng bersedia memberi tahu siapa pun yang peduli untuk mendengarkan bahwa dia adalah juara UFC dalam pembuatannya. Beberapa bulan kemudian, Conor mengambil keputusan berani untuk membuang pipa ledeng untuk berlatih penuh waktu.

Fakta Tato Conor McGregor

Kisah perjalanan Conor McGregor

Conor memiliki empat tato yang menonjol. Kami memberikan Anda garis besar tentang apa itu seni tubuh dan alasan di baliknya.

Diawali dengan dadanya lambang seekor gorila yang memakai mahkota dan memegang hati di mulutnya. Conor mendapatkan tato yang merupakan lambang dari Straight Blast Gym milik pelatih Kavanagh karena dia menyukai tampilannya.

Pindah ke perutnya adalah namanya dan di bawahnya adalah Macan yang menurut Conor dia suka karena Macan adalah hewan pemberani. Dia juga menambahkan bahwa dia tertarik dengan cara taktis hewan untuk bergerak saat berburu dan memasukkannya ke dalam pelatihannya.

Di lengannya ada semak mawar dengan motto “lambat itu mulus, mulus kencang”. Motto tersebut digunakan dalam pelatihan senjata api unit elit militer khususnya Navy SEAL.

Fakta Pribadi Conor McGrefor

Conor adalah pria murah hati yang merasa perlu membiarkan orang-orang di sekitarnya mengambil bagian dari keberuntungannya. Dia telah dijelaskan oleh banyak orang, jujur, dan memiliki sifat mengagumkan yang rendah hati dalam kekalahan.

Terlebih lagi, dia merasa perlu untuk selalu mengingat akarnya dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarganya terutama putranya Conor Jack McGregor Jr.

Fakta Conor McGregor

  • Conor pernah berlatih dengannya Christiano Ronaldo di 2016 sambil mempersiapkan comeback di UFC 202.
  • KO yang tercepat di UFC adalah kekalahan 13 yang luar biasa dari Jose Aldo dengan satu pukulan.
  • Dia menolak perbandingan dengan Muhammad Ali, mencatat bahwa dia sama sekali tidak dekat dengan petinju terhebat sepanjang masa.
  • -Conor dikalahkan oleh Floyd Mayweather ketika dia membuat debut tinju profesionalnya di 2017

Itulah kisa dari petinju dengan sebutan Yang notorious. Jika anda melihat sesuatu yang tidak benar di artikel ini, tolong berikan komentar anda.